Wednesday, March 16, 2016

Star

Star Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Lagi-lagi band dia Ryu…” bisik Anggi jelas ditelingaku. Komentar Anggi langsung mempertajam pandanganku kepada band di atas podium kehormatan juara pertama festival band yang aku ikuti. Entah pandanganku terlihat sinis atau dendam, yang jelas mereka memang menarik perhatian. Satu persatu para personil di panggil untuk disematkan kalung penghargaan. “Denis… Puput… Myer… dan Mega…” teriak host acara menyambut pemenang pertama band bernamakan Hipnotis.

Entah kenapa juga nama terakhir yang disebut host sempat menghipnotis pandanganku terhadap dirinya. “Manis juga nih cewek “ucapku dalam hati. Begitu sesatnya alam pikiranku bermain memperhatikan sosok bernama Megi, mungkin aku makin tidak sadar kalau Anggi tidak menepuk pundakku. “Ryu… busyet deh mulut sampai terbuka gitu jangan bengong donk. Band kita di panggil tuh” jerit Anggi membuyarkan lamunanku.

Kaki terasa berat menaiki anak tangga menuju panggung. Kecewa menjadi yang kedua bukan yang pertama apalagi kalah oleh anak kemarin sore. “Wahhh inilah band yang sudah tidak asing lagi Ryu.. Anggi dan rombongannya ayo berikan komentarnya” serah sang host memb
... baca selengkapnya di Star Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Wednesday, July 13, 2011

Inilah 15 Orang yang Ngadu ke Panja Mapilu

Inilah liima belas nama yang mengadukan dugaan kecurangan dalam pemilu 2009 ke Panja Mafia pemilu :
Hakim Sorimuda Pohan, Andreas Hugo Pareira, Sunaryo, Trulyanti Srihastuti, Hasto Kristyanto, Trulyanti Srihastuti, Tonny Aprilani, Brahmana, Djoko Purwongemboro, Subardi, Soemitro Samadikoen, Dewi Damayanti Said, Donny Imam Priambodo, Antonius Harianto, Muruahal Silalahi dan Mirrian. (Sumber : Detik.com)

Thursday, July 15, 2010

Saatnya Satgas Antimafia Hukum Tangani Kasus Sisminbakum

Anton Suhartono - Okezone

JAKARTA - Kasus hukum Sismibakum ditengarai penuh rekayasa. Jaksa pun diduga kuat melakukan manipulasi fakta, sehingga terkesan kasus ini merugikan keuangan negara. Untuk mengclearkan persoalan ini sudah saatnya Satgas Antimafia Hukum turun tangan untuk menginvestigasi dugaan rekayasa para jaksa tersebut.

"DPR dan Satgas perlu meng-clear-kan masalah ini. Ini adalah kasus rekayasa atau pemalsuan bukti. Perlulah ada sapu bersih apalagi jika ada dugaan mafia," tegas Yusron Ihza Mahendra, adik tersangka Sisminbakum Yusril Ihza Mahendra saat berbincang dengan okezone, Kamis (15/7/2010).

Tuesday, May 25, 2010

Apa Kabar Pak Susno?

(Foto : Detk.com)

Judul ini menjadi pertanyaan yang dilontarkan jika saja kita bertemu pakSusno Duaji, sebagai pembuka percakapan. Jawabanya tentu dari Susno Duaji sendiri berupa keadaan dirinya, biasanya orang menjawab dengan kabar kesehatan lebih dahulu. Jawaban akan lain jika kita tanyakan hal ini bukan kepada yang bersangkutan, apalagi jika kita menggunakan ini menjadi pertanyaan yang tidak ditujukan pada siapa-siapa, tetapi kepada kita semua. Jawabanya akan menjadi uraian panjang tentang kondisi mantan Kabareskrim Mabes Polri ini, yang kita tahu saat ini masih menjadi tahanan kepolisian, lembaga tempatnya selama ini mengabdi.

Fenomena Susno Duaji menjadi sangat unik dan sentral. Kemunculanya di ruang publik terkait dengan kontroversi perseteruan kepolisian dengan KPK dengan klimaksnya berupa penahan dua pimpinan KPK, Bibit S Riyanto dan Chandra Hamzah, atas tuduhan menerima suap dari Anggodo Wijoyo. Perseteruan  itu diawali dengan pernyataan KPK tentang keterlibatan Susno yang saat itu menjabat Kabareskrim menerima sebagian aliran dana bail out Bank Century, yang mengalir melalui pencairan dana milik Budi Sampoerna, sebagai salah satu kreditur di Bank gagal yang dibail out menjelang pelaksanaan pemilu 2009. Susno menandatangi surat rekomendasi poencairan dana milik slaah satu kon glomerat tadi. Dari penerbitan surat itu KPK menduga ada praktek suap yang dilakukan oleh Susno.

Tuesday, May 18, 2010

Bupati Subang Nyatakan Tak Bersalah.


Bupati Subang Eep Hidayat menanggapi ramainya pemberitaan di beberapa media masa tentang rencana pemeriksaan dirinya oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam kasus dugaan korupsi upah pungut (UP) Pajak Bumi dan Bnagunan (PBB) yang telah menyeret mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Agus Muharam yang telah divonis setahun penjara oleh pengadilan. Eep menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dalam masalah ini, karena semuanya telah sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk aturan dari Menteri Keuangan tentang hal itu.

“Saya tidak bersalah, karena semua sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku,”ujar Eep kepada Wartawan.

Sementara itu seperti dilansir oleh beberapa media mengungkapkan rencana pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, sebagaimana yang disampaikan oleh kepala Kejati Jabar Sugiyanto kepada wartawan Senin (16/5) di Bandung.Pihak Kejati menurut Sugiyanto masih menunggu proses kasasi Agus Muharam di Mahkamah Konstitusi. Agus Muharam bersama Eep Hidayat tersangkut dalam kasus kosrupsi yang sama dengan nilai kerugian negara Rp 32 milyar selama tahun 2005 sampai 2008. Kasasi MA akan menentukan apakah permohonan kasasi Agus dikabulkan atau ditolak oleh MA.

Sunday, May 16, 2010

Perlindungan Politik untuk Susno ?

Foto: Komjen Pol.Susno Duaji

Oleh : Kaka Suminta
Setelah dinyatakan tersangka dan ditahan mantan Kabareskrim Komjen Polisi Susno Duaji dikabarkan akan dipecat dari kepolisian. Ini merupakan rangkaian berita yang diawali dengan 'nyanyian' Susno di DPR RI berkaitan dengan dugaan beberapa kasus yang ada di tubuh Polri, salah satunya adalah masalah status uang milik Staf Direktorat Pajak  Gayus Tambunan yang bisa dicairkan, sementara menurut Susno seharusnya status uang sebesar 25 milyar rupiah itu adalah barang bukti dugaan kejahatan yang dilakukan Gayus. Dalam kasus ini Susno menuding pihak Polri ada main mata.

Nyanyian Susno juga bukan hanya sebatas itu, kasus besar lainya yang dibuka Susno adalah kasus PT Salmah Arwana Lestari, yang justeru menjadi alasan polisi menjebloskan Susno ke dalam jeruji besi. Dalam sangkaanya polisi menyebutkan bahwa Susno menerima Rp.500 juta dari bos PT Sal tadi. Padahal sebelumnya Susno menuding adanya praktek penyalahgunaan wewenang dengan berlatar belakang suap, dengan merubah kasus SAL dari kasus perdata menjadi kasus pidana. Dalam kasus ini Susno menuding mantan petinggi Polri Makbul Padmanegara memiliki saham di PT SAL tadi.

Meneror Presiden

Foto : Kitten (The Jump.net)

Oleh : Kaka Suminta
Menjelang pemilu tahun lalu secara terbuka Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (Sby) dalam siaran persnya menyebutkan bahwa dirinya menjadi sasaran rencana pembunuhan politik (politic assasination) lengkap dengan mempertunjukan foto-foto latihan menembak dengan sasaran foto Sby. Informasi itu menurut Presiden didapat dari inteljen. Bahkan Sby mengaitkan rencana pembunuhan itu dengan suasana politik menjelang pemilu dan pemilu presiden yang akan dialaksanakan. Tak pelak publik pun berspekulasi siapa berada di balik rencana pembunuhan politik itu.

Banyak pihak menyayangkan pernyataan presiden waktu itu, mereka menilai presiden terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan dan menyampaikan informasi yang tidak seharusnya disampaikan kepada publik. Bahkan banyak yang menyanggah informasi tadi, karena foto-foto yang disampaikan presiden lebih mirip foto yang dikaitkan dengan latihan-latihan kelompok tertentu di daerah Poso saat terjadi kerusuhan, sementara presiden lebih mengaitkanya dengan suasana politik menjelang pemilu, bukan dikaitkan dengan gerakan teroris atau kerusuhan di Poso yang banyak bertali temali dengan gerakan terorisme di Indonesia.